Senin, 13 Oktober 2014

" Yaa Rabb, Ajari Aku . . . "

Yaa Rabb, ajari Aku makna Sabar
Yang membuat Mentari senantiasa merindukan Bulan
Namun setia tabah menjaga jarak
Karena mendekat hanya akan membuatnya panas lalu terbakar . . .

Yaa Rabb, ajari Aku makna Sabar
Yang membuat Akar senantiasa merindukan Pucuk
Namun dibawah ikhlas berteman peluh
Karena ke permukaan hanya akan membuatnya mati setelah layu . . .



Jumat, 10 Oktober 2014

" Belajar di Alam Bebas, Bersyukur Tanpa Batas "

Pernahkah Terpikir?


Daun yang jatuh tak pernah mencela Angin

Pelangi yang hilang tak pernah menyalahkan Awan

Mentari yang terbenam tak pernah memusuhi Rembulan

Kabut yang pekat tak pernah mengutuk Pepohonan

Ulat yang merayap tak pernah menyesali Pupa nan hanya kaku bergantungan



Mengapa?

Karena Daun tahu,
Angin itu membawa benih-benih Bunga yang nantinya indah merekah lagi bermekaran

Karena Pelangi mengerti,
Awan yang menyapunya itu menampung air hujan yang nantinya Pelangi-Pelangi Baru ganti bersahutan

Karena Mentari sadar,
Saat cahaya tak mampu menaungi semesta,
Yang menjemput lalu membagikan sinarnya adalah Rembulan,

Karena Kabut mengalah,
Membiarkan nafas hangat mentari mengintip lalu masuk dicelah rimbunnya Pepohonan,

Karena Ulat sabar,
Terdiam kaku didalam Pupa membuat Ia nantinya membentangkan Sayap,
Lalu terbang melanglang Buana memecah Kesunyian dan Kerasnya hinaan yg selama ini ditujukan . . .



Kamis, 09 Oktober 2014

Salam dari Sang Pemimpi

Terlalu banyak Cita yang belum tercapai
Terlalu tinggi Impian yang belum kugapai
Terlalu indah Angan yang belum terwujud
Terlalu pagi Senja yang telah tersambut
Terlalu tinggi Gunung yang belum didaki
Terlalu dalam Lembah yang belum ditapaki


Namun, izinkan aku menyelesaikan semuanya dalam 1 waktu
Didalam MIMPI . . .




Pages